November 18, 2009

Matematik atau ilmu hisab?

Posted in Uncategorized at 4:32 pm by kamilan

Sesekali sarapan di pinggir bandar Gua Musang merasai suasana kemesraan desa yang sedang ternoda dengan arus perubahan kehidupan abad baru.

Rakan memberitahu tiada banyak berubah semenjak tahun 2003 yang lalu.

Masih ada nasi berlauk dan nasi dagang.

Jika dahulu warung seperti ini hanya menyediakan teh dan kopi. Tapi kini boleh diminta minuman MILO pula.

Masih terpampang iklan “Kopi Janda” di dinding warung, mungkin iklan ini adalah yang terakhir di abad ini … … …

Kasihan sekali, pemuda ini telah mencatat dan mengira jumlah harga yang perlu dibayar sebanyak RM29.80. Tetapi setelah dikira oleh wanita yang menyediakan makanan hanya RM16.00. Pemuda tersebut telah menyebut sebanyak RM19.00 sahaja.

Mengapa pemuda ini telah menyebut RM19.00 sedangkan kiraannya ialah RM29.80?

Apakah pemuda ini telah salah kira?

Sesuaikah semasa di peringkat sekolah dahulu pemuda ini mendalami kiraan kecerunan, kebarangkalian dan sebagainya. Sedangkan pemuda ini sangat memerlukan kemahiran campur, tolak, bahagi dan dharab sahaja untuk meneruskan kelangsungan hidupnya.

Sekian dulu. 18 November 2009 (01 Zulhijjah 1430).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: